Langsung ke konten utama

Yang Aku Butuh Bukan Harta, Ma!

Yang Aku Butuh Bukan Harta, Ma!

"Dasar anak nakal! Kenapa kamu nggak pernah bisa seperti kakakmu sih? Contoh dong dia, cerdas, berprestasi, nggak bikin malu Mama." Kataku berapi-api. Haikal menatapku. Untuk pertama kalinya aku melihat mata bulatnya menatap tajam ke arahku. "Maaf kalo Ical bikin malu Mama." Tanpa menunggu respon dariku, Haikal berlalu dari hadapanku. Seketika aku tercenung.

Pertengkaran pagi itu masih teringat di benakku. Menyesal? Iya. Sedih? Iya. Kecewa Apalagi, pasti. Sudah 4 jam aku mencari-cari Haikal, tapi belum juga kutemui. Sepanjang jalan kuperhatikan keadaan sekitar. Ternyata banyak pelajaran. Banyak tetanggaku yang memberiku pengajaran secara tidak langsung.

Selama ini rumah hanya menjadi tempat singgah sementara bagiku. Waktuku habis di kantor dengan beragam dokumen yang siap kugarap setiap hari. Seratus meter dari rumah, kutemui seorang ibu yang sedang memugar kolam ikan yang cukup besar di depan rumahnya.

"Saya bongkar, soalnya kemarin anak saya kecebur di sini. Saya lagi main gadget." Akunya, saat aku tanya kenapa ia memugar kolam ikannya. Tak jauh dari sana, kutemui seorang ibu yang sedang tersenyum memperhatikan anak-anak bermain tanah.

"Asalkan senang, gak apa-apa. Yang penting ibunya resik." sahutnya saat kutanyakan kenapa ia membiarkan anaknya bermain kotor.
Aku menyetujui kata-katanya. Perjalananku mencari Haikal harus tetap berlangsung. Tapi yang kutemui seorang ibu yang ngomel karena anaknya memberantaki mainan. Tampak wajah sedih si anak. Kasihan sih, tapi aku tak mau banyak ikut campur.

🌹🌹🌹

Kulangkahkan kaki lagi. Kali ini, yang kutemui adalah seorang nenek yang rindu akan anak dan cucunya. "Mereka jarang datang, Mba". Katanya di akhir curhat. Aku mengangguk tanda mengerti. Namun dalam hati, aku simpati.

Kurasa, aku sudah terlalu jauh melangkah. Aku menebak-nebak, orang seperti apa lagi yang akan kutemui? Ternyata seorang anak yang merindukan kasih sayang orangtuanya. Meski ia diberi banyak harta, tapi tak sebanding dengan kasih sayang yang didapatkan.

"Kalau boleh pilih, lebih baik miskin harta tapi kaya akan kasih sayang keluarga." Katanya pelan. Namun aku bisa mendengarnya dengan jelas. Kupeluk ia erat-erat. Airmataku seketika jatuh membasahi pipi.

"Maafkan Mama ya, Cal. Mama salah. Mama pikir dengan memberimu uang setiap hari, Mama sudah jadi orangtua yang baik. Ternyata Mama salah. Mama malah asyik membandingkanmu dengan kakak. Padahal yang kamu butuhkan adalah dukungan Mama."

Kali ini penyesalanku adalah yang paling dalam. Aku janji, tak akan kubiarkan anak-anakku kekurangan kasih sayang orangtua lagi.

🔹🔸🔹
✍🏻 Mitha Juniar

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Soal soal Perbankan Syariah beserta jawabannya

    Soal soal Perbankan Syariah beserta jawabannya 1.        Bank yang melaksanakam usahanya berdasarkan prinsip syariah yang dalam kegiatannya memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran, merupakan pengertian dari... A.       Bank syariah menurut UU  No. 10 tahun 1998 B.       Bank syariah menurut Dr. Kasmir C.       Bank Indoonesia D.       Bank negara E.        Bank konvensional Jawaban ; A. Bank syariah menurut UU No. 10 tahun 1998 2.        Ketiga fungsi bisa di jalankan satu individu  merupakan sejarah Bank Syariah pada zaman? A.       Zaman Bani Umayah dan Abasiah B.       Zaman di Eopa C.       Zaman Nabi D.       Zaman syariah modern E.     ...

Kekuatan Do'a "Ustadz Hanan Attaki"

  Sebenarnya tulisan ini tidak mau di tulis apa lagi di share.  Akan tetapi jari ini gatal sekali rasanya ingin melakukan itu semua.  Hehe.    Ya Mudah-mudahan tulisan saya ini bisa menginspirasi untuk pembacanya, karena saya ingin meng-share kejadian yang MasyaAllah pada akhir-akhir ini yang saya rasakan benar-benar berasa keajaiban dari keistiqomahan, doa-doa atau mungkin cuma keinginan yang bisa di sampaikan saja di lisan. MasyaAllah pokoknya kekuatan doa dan perjuangan untuk bisa istiqomah itu balasannya luar biasa. Oke langsung saja ke pokok ceritanya,  hehe.  Jadi waktu hari minggu tanggal 8 April 2018,  Bekasi kedatangan ustadz yang menurut ku sangat viral karena cara menyampaikan dakwahnya yg lemah-lembut, banyak menginspirasi khususnya anak muda zaman sekarang yang baru untuk hijrah menjadi lebih baik,  pasti deh ustadz gaul ini yang cara dakwahnya mengikuti zaman yang ada sekarang,  membuat kebayakan anak muda suka pada...

Syukur Kepada Allah

  Syukur Kepada Allah Menjadi orang bahagia adalah cita-cita setiap insan. Sebagian orang memaknai kebahagian itu dengan kemewahan dunia. Sebagian yang lain mengartikan kebahagiaan itu dengan popularitas dan kedudukan atau jabatan yang tinggi. Perbedaan sudut pandang itulah yang menggiring manusia untuk menempuh jalan yang berbeda menurut kebahagiaan yang mereka sangka. Ibnul Qayyim rahimahullah berkata, "Ibadah kepada Allah, ma'rifat, tauhid, dan syukur kepada-Nya itulah Sumber kebahagiaan hati setiap insan. Itulah kelezatan tertinggi bagi hati. Kenikmatan terindah yang hanya akan diraih oleh orang-orang yang memang layak untuk mendapatkannya..." (adh-Dhau' al-Munir 'ala at-Tafsir, 5/97) Kata syukur lebih dekat maknanya pada pengucapan rasa terima kasih terhadap nikmat yang telah dianugerahkan Allah subhanahu wata'ala. Menurut istilah syukur adalah terlihatnya bekas nikmat Allah dalam lisan hamba-Nya, dengan pujian dan pengakuan. Dan dalam qalbunya dengan ...